Langsung ke konten utama

Makanan dan Minuman Khas Sumatera Barat



Jika Anda berwisata ke Sumatera Barat jangan lupa untuk mencicipi masakan makanan dan minuman khas Minangkabau. Masakan khas Sumatera Barat adalah jenis kuliner yang banyak digemari di seluruh Indonesia, sehingga banyak tersebar restoran masakan Padang di berbagai penjuru Indonesia.
Sudah menjadi rahasia umum jika Padang terkenal dengan beragam jenis makanannya. Makanan khas Padang ini sudah terkenal di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri. Makanan khas Sumatera Barat sangat beragam jenisnya sehingga sobat pecinta kuliner bisa mencicip semua jenis makanan khasnya.
Padang merupakan sebuah daerah yang ada di wilayah Sumatera Barat yang terkenal dengan makanan berbahan dasar daging dan santan. Adapun mengenai rasanya jangan ditanya lagi tentu lezat dan khas Minangkabau pedas. Sebagai  referensi inilah beberapa makanan dan minuman khas tradisional asal Sumatera barat adalah sebagai berikut:

1.      Rendang

Siapa yang tidak kenal dengan masakan rendang, makanan asal Provinsi Sumatera Barat ini adalah salah satu masakan khas nusantara yang sangat lezat dan dapat disimpan satu minggu hingga empat minggu. Kenapa bisa bertahan begitu lama? karena Rendang adalah masakan yang mengandung bumbu rempah yang kaya, dan tidak banyak kuah serta enak dimakan dengan nasi
Selain bahan dasar daging, rendang menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang adalah penggunaan bumbu-bumbu alami, yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga bersifat sebagai bahan pengawet alami. Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat.
Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu. Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan.
Salah satu ciri khas masakan rendang adalah dimasak secara besar-besaran yaitu pada saat memasuki bulan puasa ramadhan, hari raya idul fitri, hari raya idul Adha. Dapat anda temukan pada hari besar tersebut di daerah Pariaman, Bukittinggi, Batu Sangkar, Nagari Pariangan, Padang, Padang Panjang, Pasaman, dan daerah sumbar lainnya.

2.      Sala Lauak

Jika berwisata ke Sumatera Barat, Anda akan menyesal jika tidak pergi ke Pariaman, karena apa? Karena disana ada makanan khas Sala Lauak. Apa itu sala lauak? Sala lauak adalah Gorengan berbentuk bulat terbuat dari bahan baku ikan asin yang dihaluskan dan dicampur bersama adonan tepung beras yang dibumbui bawang putih. Sala jenis ini memiliki tekstur bagian luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak.
Sala lauak umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi. Hidangan utama yang biasanya disajikan bersama sala lauak antara lain adalah ketupat gulai. Cita rasanya yang unik, membuat kuliner ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.

3.  Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman

Sama seperti daerah nusantara yang lain Sumatera Barat juga mempunyai masakan sate yang khas. Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman.
Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas.
Sate padang panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate pariaman kuahnya berwarna merah (pedas). Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas.
Daging ayam segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur dengan 19 macam bumbu rempah-rempah yang telah dihaluskan (bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan serai) dicampur dengan berbagai macam cabai. Seluruh bumbu kemudian dijadikan satu dan dimasak selama 15 menit. Rempah-rempah inilah yang membuat rasa kuah sate menjadi kaya rasa.
Sate sendiri hanya dibakar saat dipesan, menggunakan arang dari tempurung kelapa. Dimakan dalam keadaan hangat, biasanya ditambah dengan keripik balado khas Minang. Beberapa penjual sate yang cukup dikenal oleh masyarakat Minang ataupun perantau di antaranya adalah Sate Mak Syukur Padang Panjang, Sate Dangung-Dangung, dan Sate KMS.

4.      Gulai Toco (Tauco)

Gulai Tauco atau biasa dikenal dengan Gulai Toco merupakan salah satu Masakan Khas Daerah Minang yang menggunakan tauco sebagai bumbu penyedapnya. Sayuran yang digunakan dalam masakan ini adalah buncis, dengan tambahan potongan udang,

5.      Dendeng balado dan Dendeng batokok

Dendeng adalah nama makanan tradisional Sumatera Barat yang berasal dari daerah Minangkabau yang dibuat dari daging sapi yang dikeringkan. Menurut sejarah, makanan ini dibuat menjadi kering adalah karena agar masakan ini bertahan lama, sehingga saat dibawa perjalanan akan lebih lama basi. Makanan yang dibuat dari irisan daging sapi menjadi kecil-kecil ini kemudian akan dikeringkan, namun karena ini adalah dendeng balado maka akan diberi bumbu balado. Rasa enak dari dendeng akan berpadu dengan pedasnya balado yang dibuat dari cabai serta rempah-rempah lain.
Makanan khas Sumatera Barat yang bisa bertahan sampai berhari-hari ini dikeringkan dengan cara menjemurnya di sinar matahari atau dijemur didekat perapian kecil. Selain dikenal dengan dendeng balado, masyarakat juga kerap menyebutnya dengan dendeng batakok. Namun sebenarnya antara batakok dengan balado punya perbedaan pada penggunaan cabai sebagai pelengkapnya. Untuk batakok, cabai yang digunakan adalah cabai hijau, sedangkan balado yang dipakai merupakan cabai merah.

6.      Katan Durian

Selain makanan rendang, dendeng balado dan sate padang ternyata ada lagi makanan yang tidak kalah untuk dicoba saat berwisata ke Sumatera Barat yaitu Katan Durian. Siapa yang tidak tahu dengan buah durian, buah yang berduri tajam dengan isi yang sangat lezat menggoda seluruh orang untuk mencobanya.
“Ado katan ado lo durian tu baru sero". Begitulah orang Minang menyebut tentang kuliner yang satu ini yang berarti "ada ketan ada juga durian ini baru nikmat". Ya, bagi masyarakat Sumatera Barat menikmati durian belum lengkap rasanya tanpa kehadiran ketan.
Katan merupakan olahan beras ketan yang dikukus hingga matang. Dalam proses pengukusan beras ketan ditambahkan irisan daun pandan agar wangi.
Dalam penyajiannya bersama durian, katan ditaburi kelapa parut yang telah ditambahkan garam halus secukupnya. Buah durian yang telah dikupas disajikan diatas piring dengan katan dan kelapa parut.
Legitnya buah durian nan manis dan lembut dimakan bersamaan dengan gurihnya katan akan mampu menggoyang lidah penikmatnya. 

7.      Lamang

Salah satu jajanan pasar yang masih awet hingga sekarang di daerah Minangkabau adalah lamang tapai. Panganan ini disajikan dari lamang yang dimasak dengan medium bambu kemudian ditambah dengan tapai hasil fermentasi. Uniknya untuk membuat tape tersebut, bahan yang digunakan adalah ketan hitam yang telah dikukus sebelum akhirnya difermentasi. Proses fermentasinya sendiri menggunakan perantara ragi dengan kandungan jamur bernama Saccharomyces yang membuat beras ketan lebih encer dan berair. Rasa yang ditimbulkan oleh proses ini adalah asam, bahkan terasa seperti soda karena telah difermentasi selama 2 sampai 3 hari.
Sedangkan cara membuat lamangnya adalah hanya dengan memasak beras ketan di dalam bambu kemudian setelah masak isiannya akan ditaruh ke piring dengan lumuran tapai beras ketan hitam tadi. Rasa lamangnya yang khas dengan rasa gurih akan dipadukan dengan enaknya beras ketan hitam alias tape. Bahkan jika lamangnya telah habis, mengonsumsi tapenya saja sudah cukup membuat lidah bergoyang, walaupun hanya sekedar topping belaka. Biasanya saat bulan Ramadhan, lamang tapai akan dengan mudah dijumpai, mengingat kerap disajikan sebagai takjil buka puasa.

8.      Galamai

Galamai merupakan cemilan sejenis dodol atau jenang yang berkembang di Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Selain di Payakumbuh, cemilan ini juga ditemukan di berbagai tempat di Sumatera Barat, antara lain Solok, Pariaman, dan Pasaman. Penyebutan kuliner ini juga bervariasi di tiap daerah. Antara lain, galamai, kalamai, calamai dan gelamai.
Makanan yang satu ini terbuat dari tepung beras ketan (pulut), gula aren, dan santan. Ketiga jenis bahan ini dimasak dalam suatu kuali besar hingga membentuk gumpalan yang liat dan berwarna kecokelatan. Gumpalan ini akan dipotong dan dibentuk sebelum adonannya dingin.
Sepanjang 3-4 jam proses pemasakan, adonan galamai di atas kuali tidak boleh berhenti diaduk dengan nyala api yang harus benar-benar pas. Karenanya, kualitas dari galamai yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kelihaian dan pengalaman dari orang yang membuatnya.

9.      Palai Rinuak

Palai rinuak adalah masakan khas dari daerah Maninjau Agam Sumatra Barat, Palai rinuak terbuat dari ikan rinuak yang diberikan bumbu dan parutan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus, palai yang berarti pepes dalam bahasa minang dan rinuak adalah sejenis ikan yang berukuran sebesar korek api yang banyak terdapat di danau maninjau, rasa ikan rinuak sangatlah gurih dan kita tidak akan menemuinya selain di Maninjau, namun ikan rinuak dapat kita ganti dengan ikan teri apabila kita susah mencarinya, Bagi anda penggemar masakan ikan harus menco palai rinuak ini dijamin tidak akan menyesal dengan ke khas palai rinuak ini.
Sebenarnya Olahan rinuak sangat banyak, mulai digoreng biasa, goreng balado, dipalai (dipepes), dibuat jadi godok-godok (gorengan), digulai, dan masih banyak macam olahan rinuak lainnya. Panganan rinuak tersebut hanya bisa dinikmati di Maninjau Provinsi Sumatera Barat.

10.  Teh Talua

Teh Talua atau teh telur adalah minuman khas Sumatera Barat yang merupakan menu wajib di warung tradisional maupun restoran Padang. Minuman ini terdiri dari campuran teh, gula dan telur dan sedikit perasan jeruk nipis. Telur yang digunakan biasanya adalah telur ayam kampung karena berdasarkan penelitian telur banyak mengandung protein yang baik untuk meningkatkan energi.
Teh talua biasanya diminum oleh para petani yang hendak meladang, sebagai penambah stamina kerja. Jika anda berwisata ke Sumatera Barat, luangkanlah waktu Anda untuk mencoba teh talua. Sangat cocok di minum saat pagi hari maupun malam hari.
Telur (ayam kampung/itik) di kocok dengan gula pasir sesuai selera, setelah mengembang disiram dengan air teh yang telah diseduh dengan air panas.

11.  Ikan Balado

Balado merupakan salah satu sambal dari Sumatera Barat atau di daerah Minang. Setiap restoran Padang memiliki resep balado khasnya sendiri. Bahan dasar dari sambal ini adalah bawang merah, cabe, tomat, air jeruk nipis, garam, dan gula. Tak hanya di Indonesia, masakan ini juga sangat digemari oleh masyarakat negeri tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura.
Biasanya, sambal balado tersebut dicampur dengan ikan goreng serta sayuran rebus. Ikan yang dicampur dengan balado yang memiliki rasa pedas-manis yang tajam terasa lebih spesial di lidah dan mampu membangkitkan selera makan.

12.  Gulai Itiak

Gulai itiak adalah makanan khas dari daerah Koto Gadang, Bukittinggi. Gulai Itiak adalah daging bebek yang diiris tipis-tipis, dimasak bersama dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah seperti cabe kriting hijau, laos, kunyit, dan jahe, serta daun jeruk nipis. Itik yang digunakan adalah yang masih muda dan setelah dipotong dibakar.  Masakan ini terasa pedas, dan memiliki warna kehijauan ketika disajikan.
Gulai Itiak Lado Mudo sebenarnya adalah salah satu jenis menu yang berada di restoran Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai, Jalan Binuang, Bukittinggi. Sebagai menu andalan, gulai itiak lado mudo adalah gulai yang dibuat dengan daging bebek muda dan cacahan cabai hijau. Walaupun awalnya masakan ini adalah khas Kota Gadang, Kabupaten Agam, namun di restoran tersebut telah dimodifikasi agar rasanya lebih pedas dan diolah tanpa santan. Pemberian rasa pedasnya didapat dari cabai karing yang diberi takaran yang agak banyak agar pedasnya terasa.
Pemilihan bebek muda sendiri bukan tanpa alasan, karena bebek yang berusia sekitar 6 bulan memiliki tekstur yang lebih empuk. Setelah bebek dipilih dan telah dihilangkan isi perut dan bulunya, selanjutnya akan dimasak dengan bumbu berupa kunyit, lengkuas, bawang putih, cabai hijau, dan bawang merah. Bahkan untuk pemasakannya bisa mencapai sehari satu malam agar pedas dan bumbunya meresap. Tujuan lainnya adalah dagingnya semakin lunak agar memudahkan untuk dimakan. Harga untuk satu porsi gulai itiak cuma 22 ribu jika itu potongannya saja, namun harga akan menjadi 100 ribu bila yang dipesan adalah satu ekor bebek itiak full.

13.  Karupuak Sanjai

Karupuak sanjai adalah keripik yang berasal dari daerah Bukittinggi, tepatnya di Jalan Sanjai, desa Manggis. Mungkin agak aneh memang, namanya yang karupuak, justru ternyata olahan ini adalah keripik yang dibuat dari singkong. Sejarah keripik ini berasal dari jalan Sanjai, di tahun 1970-an, di sana terdapat 3 orang pembuat keripik, mereka adalah Amai Seram, Amai Terimalah, dan Amai Malan. Ketiga nenek itu kemudian saling sikut untuk menjualnya di Kawasan Pasar Atas, Bukittinggi. Kini keturunan mereka bertiga adalah penjual keripik ini, bahkan warga sekitar juga ikut-ikutan membuatnya, sehingga jalan Sanjai kini menjadi sentra keripik sanjai.
Keripik yang dibuat dari keripik singkong yang diiris tipis-tipis ini terdapat 3 varian rasa, yaitu tawar, asin, dan pedas. Yang tawar bisa disebut pula dengan original, karena singkong yang telah diiris tidak dibumbui apapun. Sedangkan yang asin didapat dari tambahan bumbu berupa kunyit, garam, dan bawang putih yang dihaluskan. Sehingga akan menghasilkan keripik gurih dengan warna kuning. Terakhir ada rasa pedas karena telah diberi bumbu balado dengan warna merah. Ada perbedaan yang menonjol, jika biasanya keripik balado dibumbui bubuk, sanjai justru dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan cabai yang dijadikan saus. Saus itu kemudian dioleskan ke keripik, lalu dikeringkan baru bisa dimakan

14.  Gulai Paku

Setelah sebelumnya ada gulai yang dibuat dari otak sapi, kini ada olahan gulai lain yang juga sangat unik, yaitu gulai paku. Dari namanya mungkin ada yang berpikir masakan ini dibuat dari paku besi, namun itu salah besar, karena bahan utama pembuatannya adalah tanaman paku atau pakis. Tapi penggunaan tumbuhan yang memperbanyak diri dengan cara spora ini haruslah yang berjenis paku sayur yang sering muncul di pinggir sungai. Beberapa jenisnya yang umum dipakai adalah semanggi, ostrich fern, dan bracken, khususnya yang masih muda.
Untuk memasaknya sendiri tidak jauh berbeda dengan gulai lain, yakni setelah sayuran pakis telah diiris kecil-kecil, selanjutnya adalah memasaknya dengan santan bercampur bumbu halus dari cabai rawit, lengkuas, asam kandis, kunyit, serai, dan daun jeruk. Tidak hanya tanaman paku saja yang menjadi aktor utama, biasanya masyarakat akan memberikan pelengkap ikan asin jambal, udang, atau ikan teri. Gulai ini akan diberikan kuah hasil pemasakan dengan rasa pedas asam, yang disantap bersama dengan telur rebus atau potongan ketupat.

15.  Kalio Dagiang

Kalio Dagiang adalah sebuah gulai yang terbuat dari daging sapi. Dimasak bersama dengan berbagai rempah-rempah dan cabai, daging direbus dalam waktu yang cukup lama sehingga memiliki tekstur yang sangat lembut dan sudah menyerap rasa dan aroma dari berbagai bumbu. Sekali gigit, kamu pasti akan terhipnotis oleh kelezatannya.

16.  Soto Padang

Soto adalah makanan khas Indonesia yang telah membumi, sehingga banyak daerah yang punya olahan ini, mulai dari timur sampai barat ada semuanya. Di pulau Sumatera sendiri ada soto padang yang memiliki cukup banyak perbedaaan dengan jenis lain, mulai dari bahan hingga rasanya. Walaupun bahannya lebih simple, yakni hanya berupa daging sapi, bihun, perkedel kentang, dan kuah berkaldu sapi. Namun bila dilihat lebih dekat, daging sapinya ternyata telah digoreng kering yang dipotong kecil-kecil, atau disebut dengan dendeng.
Dalam satu mangkuk sotonya, akan terasa sangat gurih yang sangat segar, apalagi saat disajikan dalam keadaan masih panas. Untuk mendapatkannya juga tidaklah sulit, karena di berbagai restoran padang ataupun warung-warung di Padang kerap menyajikan menu ini. Biasanya soto ini akan dimakan bersama dengan nasi agar lebih membuat perut kenyang, dan ada pula tambahan kerupuk sebagai lauknya.
Soto Padang terbuat dari irisan daging sapi. Daging sapi yang dipergunakan tidak sembarangan, melainkan hanya bagian khas dalam saja, sehingga memiliki tingkat kekenyalan yang pas namun tetap terasa empuk. Masakan ini cocok dijadikan sebagai hidangan pembuka atau sebagai menu utama.

17.  Gulai Banak atau Gulai Otak

Gulai banak atau gulai otak merupakan masakan Padang berkuah santan. Bahan utama adalah otak sapi yang dipotong-potong kecil-kecil.

18.  Cancang

Masakan Padang dengan bahan utama adalah daging dipotong kecil-kecil (kadang ukuran besar). Pakai santan dan cabai merah giling. Rasanya cukup pedas dan aromanya sangat khas. Biasanya daging yang digunakan adalah daging kambing.
Sebenarnya, masih banyak kuliner khas Padang yang tidak kalah lezatnya dengan masakan-masakan di atas. Masakan Padang terkenal dengan citara sanya yang gurih dan juga pedas yang nikmatnya sampai ke hati.
Sumatera Barat merupakan daerah yang kaya akan wisata kulinernya. Berikut kami rangkum 7 kuliner yang favorit di daerah Sumatera Barat ini.

19.  Dendeng Balado

Hampir semua restoran padang yang ada di sumatera barat menyediakan menu DENDENG BALADO, makanan ini berbahan dasar daging sapi yang di potong tipis dan di kasih bumbu rempah-rempah dan di jemur hingga kering,setelah itu baru di goreng dan di kasih LADO ( cabe merah ) Rasanya sangat enak, silakan bagi pembaca yang berkesempatan ke SUMATERA BARAT jangan lupa untuk mencicipi dendeng batokok ya.

20.  Dendeng Batokok

Sama halnya dengan dendeng balado, dendeng batokok juga hampir di setiap restoran padang di sediakan, bedanya adalah kalau dendeng batokok ini di getok/di pukul atau di tumbuk setelah di goreng dan tentunya dengan bumbunya yang khas dan di taburi dengan cabe merah di atasnya, di jamin ketagihan.

21.  Kalio Baluik

Samba Lado Tanak merupakan masakan khas dari nagari sungai jambu,di pinggang  gunung  marapi , kabupaten tanah datar sumatera barat. Diolah dari cabe yang sudah di giling, santan yang sudah di masak di campur dengan ikan teri,pete,kentang, hmmmm enak, yang khas dari masakan ini adalah pedasnya yang membuat anda minta ampun silakan di coba.

22.  Kacimuih

Kacimuih merupakan makanan khas Sumatera Barat yang cukup banyak jenisnya. Makanan satu ini terbuat dari bahan dasar singkong namun sobat jangan salah meskipun hanya menggunakan singkong makanan satu ini rasanya cukup nikmat. Kacimuih dibuat dengan singkong, gula serta parutan kelapa. Untuk bentuknya cukup sederhana yaitu ketela pohon tersebut ditumpuk dengan kelapa parut serta gula sehingga rasanya cukup nikmat dimulut.
Cara pembuatannya tidaklah sulit dimana sobat cukup menyiapkan singkong yang sudah dikupas dengan gula aren atau gula pasir, parutan kelapa, garam serta vanili. Singkong yang sudah bersih tersebut kemudian diparut setelah itu dikukus.

23.  Gajeboh

Selain Rendang, di ibukota Sumatera Barat, Padang, juga ada olahan lain bernama gulai gajeboh atau disebut pula sandung lamur. Bahan utama pembuatannya adalah daging sapi pada bagian punuk, sehingga biasanya akan terdapat banyak gajih (lemak). Namun kerena itulah akan ada 3 varian rasa jika menikmatinya, yakni rasa gurih yang biasa saja, sebab daging lebih banyak dari lemak. Lalu ada rasa gurih normal yang akan timbul saat gajih lebih banyak dari daging, sedang yang ketiga sangat gurih karena hanya ada gajih saja dalam porsinya. Walaupun kebanyakan antara gajih dengan daging perbandingannya 3:1, sehingga rasanya condong ke gurih.
Sesuai namanya, makanan khas Sumatera Barat ini juga punya kuah seperti gulai pada umumnya. Kuah yang digunakan adalah asam pareh, namun disajikan tanpa santan sedikitpun, sehingga tampilannya akan memerah. Selain rasa gurih, berkat kuah tersebut maka akan ada cita rasa pedas yang timbul. Bahkan berkat perpaduan antara kuah dengan banyaknya lemak, banyak yang mengatakan bahwa gajeboh adalah makanan paling lezat. Namun sangat tidak disarankan bagi penderita kolesterol tinggi, karena makanan dengan harga mulai dari Rp. 23.500 plus nasi ini, bisa membuat tengkuk terasa berat. Untuk mendapatkannya, kunjungi saja Rumah Makan Lamun Ombak di Padang atau yang di Jakarta ada Rumah Makan Sepakat.
24.  Asam Padeh Daging
Dari namanya saja, sudah terlihat bahwa asem pandeh daging dibuat dengan bahan dasar daging, terutama daging sapi. Walupun kini banyak rumah makan yang mencoba membuat asem pandeh dari daging ikan maupun daging ayam, jadi tidak hanya daging sapi saja. Sesuai arti namanya yang berarti asam pedas, rasanya juga begitu, asam pedas, karena dibuat dengan cabai yang dominan, dan ada asam kandis. Jika dibuat dengan daging sapi, penampilannya akan sangat mirip dengan rendang, karena warna dagingnya yang cokelat, dengan sedikit kuah menyertainya. Untuk lebih mempercantik tampilan, biasanya akan ditambah dengan irisan tomat di atasnya.
Bahkan makanan ini kerap disajikan saat acara-acara adat yang sakral, sebut saja saat ketika acara pernikahan, yang disajikan untuk para tamu dan undangan. Pembuatan makanan ini hanya perlu mencampur bumbu halus berupa bawang merah dan bawang putih dengan daging, bahkan ditambah lagi dengan cabai merah, jahe, asam kandis, dan tomat yang telah dimemarkan. Setelah didiamkan selama 30 menit, baru campuran tersebut sudah bisa digoreng sampai warnanya kecokelatan. Setalah matang, maka sudah siap disajikan bersama nasi, jika ingin membelinya, datang saja ke rumah makan di ranah Minang karena cukup banyak yang menjualnya.

25.  Lompong Sagu

Salah satu jenis kue yang langka ditemui adalah kue dengan nama lompong sagu. Bahan yang digunakan untuk membuat lompong sagu adalah tepung sagu, parutan kelapa, gula merah, santan, dan pisang kepok atau pisang raja. Makanan tradisional Sumatera Barat ini berasal dari daerah Minang dengan rasa dominan manis dan ada aroma khas pemanggangan. Bentuknya sendiri sangat unik, setelah selesai dipanggang, biasanya akan disajikan di atas piring dengan bentuk kotak hasil potongan, bisa juga diberi taburan parutan kelapa.
Sedangkan pembuatan kue ini adalah dengan cara mencampurkan bahannya seperti, pisang kepok yang sudah dihaluskan, tepung sagu, kelapa parut, gula merah halus, serta air secukupnya. Aduk adonan tersebut sampai benar-benar merata, kemudian masukkan adonan ke daun pisang sebesar 2 sendok makan adonan untuk dibungkus. Kedua ujungnya, kunci saja dengan lidi, sehingga akan dengan mudah dipanggang. Saat dipanggang, bolak-balik bungkusannya sampai benar-benar matang. Setelah matang, lompong sagu bisa disajikan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian untuk dihiasi parutan kelapa atau memakannya secara langsung saat masih hangat.

26.  Sate Lokan

 Jika biasanya mengenal sate hanya dari bahan dasar daging sapi, ayam, atau kambing, namun di daerah Minangkabau, khusunya Padang ada sate lokan. Apa itu sate lokan? Sate lokan adalah sate yang menggunakan bahan dasar berupa kerang hijau. Walaupun awalnya hasil laut dengan nama latin Perna viridis L ini memiliki warna hijau, namun setelah dimasak akan bewarna oranye kemerahan. Seperti halnya sate kebanyakan, sate kerang ini akan disajikan dengan cara ditusuk yang ditambah dengan kuah kentalnya.
Sebelum bisa disajikan, kerang akan terlebih dahulu direbus dengan adanya tambahan bumbu halus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, jahe, merica, jintan, kunyit, dan cabai merah. Jika hasilnya telah matang, hasil kerang rebus tadi sudah bisa ditusuk lalu bisa langsung dibakar sampai warnanya kecokelatan. Hasilnya akan disajikan di piring bersama kuah hasil rebusan kerang tadi, tapi ditambah dengan tepung beras agar kental. Sate yang akan ditaburi bawang goreng di atasnya ini akan lezat dinikmati bersama ketupat dengan cita rasa yang gurih dan pedas.

27.  Rendang Paru

Jika pada umumnya rendang identik dengan olahan daging sapi, namun ternyata di Sumatera Barat ada salah satu makanan khas sumatera barat yang menggunakan paru sapi sebagai olahan utama rendangnya.
Rendang paru ini tentu saja berbeda dengan rendang daging sapi pada umumnya karena menggunakan rempah- rempah yang khusus dan juga menggunakan beberapa dedaunan yang sudah dirajang, dan menggunakan santan yang lebih banyak daripada rendang pada umumnya.

28.  Galamai

Galamai di Sumatera Barat sangatlah populer, sehingga beberapa kota seperti Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, dan Solok mempunyai cara memasaknya sendiri. Namun kebanyakan makanan asal Sumatera Barat dengan nama lain kalamai ini memiliki komposisi bahan serupa, seperti tepung beras ketan, santan, gula aren, dan kacang tanah. Mungkin ketiga bahan pertama sudah tidak asing lagi bagi pembuatan dodol atau jenang, karena galamai memang mirip kedua makanan tersebut. Bedanya hanya pada taburan kacang tanah yang menghiasi galamai, sehingga terdapat cita rasa yang berbeda dibanding kedua olahan dari Jawa itu.
Untuk memasaknya juga agak mirip dengan dodol, yakni dengan memasak bahan-bahan di atas dalam satu kuali besar dengan api yang stabil. Untuk membuatnya menjadi lengket, pembuat harus telaten mengaduk adonan galamai selama 3-4 jam lamanya. Setelah galamai tadi masak, selanjutnya adalah dengan memotong adonan menjadi bentuk yang diinginkan. Dengan rasa manis dari gula aren ditambah dengan renyahnya kacang tanah yang terlebih dahulu disangrai, maka akan menghasilkan rasa galamai yang enak.

29.  Bareh Rendang

 Di kawasan Darek yang terdiri dari beberapa kota meliputi Payakumbuh, Tanah Datar, Agam, dan Lima Puluh Kota terdapat kudapan manis bernama bareh randang. Makanan ini ternyata bukanlah jenis dari rendang, sesuai namanya yang agak nyerempet, namun ternyata bareh randang adalah olahan tersendiri. Penamaan randang yang membuat kita salah sangka ternyata memiliki makna ‘menyangrai’ sesuai proses pemasakannya. Sedangkan bareh didapat dari artinya yaitu beras atau tepung beras yang menjadi bahan pembuatannya. Jika ditilik secara bahasa seperti di atas, maka secara harfiah bareh rendang adalah makanan dari tepung beras yang dimasak dengan cara disangrai yang dicampur dengan cairan gula dan santan.
Prosesnya yang disangrai nantinya akan menciptakan bareh randang yang memiliki permukaan agak kasar namun bagian dalamnya lunak. Nantinya gumpalan hasil pemasakannya akan dipotong-potong menjadi beberapa bagian dengan bentuk lingkaran ataupun persegi. Makanan adat Sumatera Barat dengan warna putih ini memiliki rasa yang manis, sehingga sering dijadikan cemilan, termasuk upacara adat. Sebut saja adat pernikahan dan perkumpulan adat, bareh randang akan dengan senang hati menjadi hidangannya.

30.  Sala Lauak

Selain Padang, kota besar lain di Sumbar adalah Pariaman yang juga punya makanan khas, diantaranya adalah sala lauak. Makanan asli Sumatera Barat ini dibuat menggunakan ikan karena daerah Pariaman adalah daerah pesisir dengan hasil ikan yang cukup banyak. Sesuai namanya, yang berarti goreng dari kata sala, maka cara pemasakan sala lauak juga dengan cara digoreng. Namun penggorengan itu terjadi apabila adonan dari daging ikan yang telah halus dicampur dengan tepung sebagai luarannya telah dibuat. Dalam proses pembuatan adonan tersebut nantinya akan dibuat bulat atau pipih, bisa juga sesuai selera baru bisa digoreng.
Warna yang akan timbul seusai penggorengan adalah kecokelatan, dengan rasa gurih dan renyah yang timbul saat menggigitnya. Sebenarnya sala lauak terdapat dua varian, yakni yang berbentuk bulat dinamakan sala keras karena luarannya agak keras. Namun jenis lain, yaitu sala lunak punya tekstur yang lebih lunak dengan bentuk pipih. Selain itu, perbedaan lainnya adalah bahannya, jika yang keras memakai ikan asin, maka yang lunak menggunakan ikan stuhuak. Sebagai salah satu jenis gorengan, ikan stuhuak akan sangat tepat menjadi lauk makan maupun camilan, apalagi dicocol dengan saus.

31.  Nasi Sala

Masih seputar masakan dengan nama sala, yakni nasi sala yang juga dapat ditemui di kota Pariaman. Di atas telah disinggung bahwa Pariaman adalah daerah pantai, sehingga hasil lautnya melimpah, hal inilah yang menjadi faktor menculnya nasi sala yang notabene dibuat dengan ikan. Jangan salah sangka dulu tentang nasi sala, bukan nasinya yang dibuat dengan ikan, melainkan lauknya yang dibuat dengan ikan. Selain nasi, satu porsi nasi sala juga ditemani dengan samba lado dan ikan goreng tadi.
Penggunaan ikan sebagai lauk pauk nasi sala adalah jenis ikan gembulo atau lebih dikenal dengan ikan kembung maupun gembung. Setelah ikan siap dan telah dibersihkan dari kotoran dan sisik, ikan akan dilumuri dengan tepung beras yang telah berbumbu dari cabai giling, lengkuas, daun kunyit, dan bawang putih. Nantinya ikan akan digoreng sampai bewarna kecokelatan, baru bisa disajikan. Keunikan dari nasi sala adalah nasinya akan dibungkus ke dalam daun pisang dengan ukuran satu kepal tangan. Nama nasi tersebut oleh masyarakat sekitar sering dinamai dengan nasi sek. Rasa ikannya yang gurih renyah akan sangat lezat bila bercampur dengan pedasnya samba lado yang dibuat dari cabai merah asli.

32.  Lamang Katan

Masih seputar olahan lamang, jika sebelumnya ada lamang tapai, maka kini ada lamang ketan. Dari namanya saja sudah pasti kamu akan tahu bila olahan ini dibuat dari beras ketan yang dibakar dalam bambu atau dikenal lamang. Namun lamang katan tidaklah sesederhana itu, karena biasanya akan diberi aneka isian dan bumbu untuk menghasilkan cita rasa yang berbeda, walaupun cara memasaknya sama. Kebanyakan olahan ini akan memiliki 3 rasa, yakni rasa manis, asin, dan ada pula rasa asam.
Umumnya lamang akan dibuat dengan beras ketan, santan, dan garam dengan rasa yang lebih condong ke asin atau gurih. Di atas sudah dijelaskan akan ada 3 rasa, pertama adalah rasa manis yang akan muncul bila disajikan bersama dengan selai. Bahkan ada pula yang memberikan isian berupa kinca, atau cairan gula merah dengan parutan kelapa ke dalam lemang agar rasanya manis, sama halnya dengan yang isiannya pisang. Ada juga rasa asin yang didapat karena disajikan bersama rendang, atau dimakan secara langsung. Terakhir adalah rasa asam, yakni ada pada diri lamang tapai. Untuk mendapatkannya, coba saja untuk berkunjung ke Pasar Raya Kota Padang yang juga punya lemang ketan hitam dan lemang ketan putih.

33.  Bubur Kampiun

Nama bubur kampiun tentu sudah tidak asing bagi pecinta kuliner tanah air, mengingat bubur ini memiliki ciri khas digabungkannya berbagai bubur dalam satu wadah. Olahan dari Bukittinggi ini berasal dari campuran hasil kukusan ketan putih, bubur sumsum atau bubur putih, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, bubur candil, hingga kolak pisang/ubi. Tidak hanya daftar di atas yang bisa dimasukkan, karena di berbagai daerah juga kerap menambahkan lupis ketan putih atau bubur delima. Terdiri dari beraneka ragam bahan inilah yang membuat bubur kampiun terasa istimewa.
Cara memasaknya juga tidak main-main, kenapa? Karena pemasakan jenis-jenis bahannya akan dilakukan dengan wadah atau panci berbeda. Untuk menyajikannya juga unik, karena setiap bahan akan diambil satu persatu baru dimasukkan ke wadah. Biasanya orang-orang akan memburunya saat bulan Ramadhan tiba, khusunya dijadikan sebagai takjil karena rasanya yang manis. Namun selain bulan puasa, bubur ini cukup sulit ditemui karena cara pengolahannya yang memakan waktu dan harga bahan-bahannya mulai meningkat.

34.  Martabak Kubang

Walaupun martabak bukan makanan asli Indonesia, namun jika namanya adalah martabak kubang, maka itu adalah hasil akulturasi martabak luar dengan lokal. Makanan ini berasal dari Nagari Kubang, Guguk, Lima Puluh Kota sehingga nama kubang melekat padanya. Bahkan para perantau dari daerah tersebut kerap menjadi penjual martabak di pelosok nusantara. Martabak ini dibuat dengan isian daging sapi cacah bahkan rendang juga bisa, lalu ditambah dengan daun bawang. Bentuknya sendiri lebih besar daripada martabak pada umumnya, sehingga akan lebih tepat bila dinikmati ramai-ramai.
Perbedaanya dengan martabak telur teknik pembuatannya, yaitu adonan kulit martabak kubang akan dibanting beberapa kali hingga melebar. Bahkan untuk menghidangkannya akan disajikan pula kuah dengan rasa pedas yang berpadu dengan asam manis. Kulit itulah yang nantinya akan diisi dengan daging sapi atau rendang dan daun bawang, sehingga akan terlihat lebih padat. Nama lain dari martabak ini adalah martabak mesir, hal ini karena kesalah pahaman orang Minangkabau yang menganggap orang Arab dan India yang mengajarkan pembuatan martabak pada mereka, dikira orang Mesir.

35.  Nasi Kapau

Jika ada nasi gudeg di Yogyakarta yang sudah terkenal, maka di Bukittinggi ada yang namanya nasi kapau, yang sama-sama menggunakan nangka. Namun bedanya, nasi kapau lebih lengkap, karena selain nasi dan sambal, ada juga gulai sayur nangka (cubadak) yang bisa ditambah dengan puluhan lauk lain. Gulai nangka yang digunakan juga berair, tidak seperti gudeg, karena dimasak dengan santan namun tidak terlalu kental. Biasanya para pedagang nasi kapau akan menyajikan makanan pokok khas Sumatera Barat ini lalu akan diberi aneka lauk berupa sayur dan daging, namun gulai nangka akan selalu menemani satu porsinya.
Aneka lauk yang bisa dipilih oleh pembeli kebanyakan adalah daging, mulai dari rendang daging sapi, rendang ayam, ayam goreng, gulai ayam, dendeng balado, belut goreng, tongkol balado, teri balado, ayam panggang, gulai ikan, dan kikil. Itu masih kategori daging, karena masih ada lagi sayur-sayurannya, yakni rebung muda, kol, kacang panjang, dan kadang-kadang sayur pakis. Terus untuk memperkaya lauk, masih ada pilihan gulai-gulai yang khas, meliputi gulai cangcang yang berisi tulang dan daging kerbau, gulai tunjang yang berisi urat kaki kerbau dan sapi, dan gulai usus (gulai tambunsu) yaitu gulai yang berupa usus sapi berisi telur kocokan. Untuk menjumpai pedagangnya, di kawasan Pasar Bawah Bukittinggi terdapat banyak pedagang nasi kapau yang menjamur. Harganya tergantung dengan banyaknya lauk yang dipilih, namun harga reratanya dimulai 15 ribu atau 20 ribu rupiah.

36.  Ale-Ale

Salah satu makanan asli Sumatera Barat adalah ale ale apam yang sangat terkenal di desa Silungkang Duo, Sawahlunto. Bentuknya sendiri hampir sama dengan serabi yang ada di Jawa, namun punya rasa yang berbeda. Rasanya yang enak membuat anak-anak hingga orang dewasa banyak menyukainya, bahkan para perantauan dari Sawahlunto kerap memesannya saat ada acara di kota perantauan mereka. Bahan yang digunakan untuk membuat makanan tradisional ini adalah beras putu, gula jawa, air kelapa, dan parutan pandan.
Tidak main-main memang, karena untuk memasaknya saja bisa mencapai beberapa jam, yakni hampir sekitar 5 jam dengan alat khusus. Untuk mendapatkannya juga cukup mudah, karena setiap sore hari dapat dijumpai para pedagangnya di berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti Solok, Muaro Sijunjung, dan Silungkang Sawahlunto. Makanan provinsi Sumatera Barat dengan aroma yang khas ini memiliki banderol harga yang murah, karena 5 ribu rupiah saja sudah bisa mendapat 4 ale ale apam.
37.  Ayam Pop
Ayam pop adalah masakan khas Sumatera Barat yang dibuat dengan ayam kampung, lengkuas, bawang merah, bawang putih, daun salam, garam, dan jeruk nipis. Biasanya ayam pop disajikan per bagiannya saja, misalnya adalah bagian paha lalu di atasnya akan ditaburi sambal. Untuk mempercantik tampilan, biasanya di beberapa tempat makan atau restoran yang menyediakannya akan ada tambahan daun singkong dan kacang panjang rebus. Menikmati ayam pop ini akan terasa sangat gurih, dan akan terasa pedas bila bercampur dengan sambalnya.
Untuk membuatnya, ayam kampung yang telah dipotong akan direbus dengan bumbu halus yang telah disebut di atas, yakni lengkuas dan teman-temannya. Setelah itu akan direbus lagi, namun ditambah dengan air kelapa agar mempertajam rasa dan aroma gurih pada ayamnya. Setelah dirasa matang, ayam akan ditiriskan sampai kadar air mulai menurun, yang nantinya akan digoreng dengan minyak goreng. Sampai proses ini, ayam sudah siap dihidangkan, namun akan belum lengkap bila belum ada sambalnya. Maka akan ada sambal yang dilumuri di atas ayamnya yang terbuat dari cabai, bawang merah, dan tomat yang dibuat dengan cara digiling halus. Untuk mendapatkannya dapat mengunjungi rumah makan Family Benteng Indah Bukittinggi.
38.  Gulai Banak
Jika biasanya gulai lebih sering dibuat dari daging ayam, daging sapi, dan daging kambing, berbeda dengan gulai banak yang memakai otak sapi sebagai bahan utamanya. Makanan ini adalah gulai khas dari Sumatera Barat dengan kuahnya yang segar namun agak pedas bewarna kecokelatan. Penggunaan bahan dasar otak memang sangat unik, karena akan terasa sangat lembut di mulut, belum lagi kandungan vitamin B5 dan B12 terkandung di dalamnya. Walaupun begitu, gulai banak tetap punya kekurangan, karena punya kandungan kolesterol yang cukup tinggi.
Dalam membuatnya, sama seperti gulai lain pada umumnya, hanya saja otaknya diperlakukan secara berbeda. Setelah otak sapi diambil dan dibersihkan, selanjutnya akan direbus atau dikukus sebelum dibuang kulit arinya. Nantinya otak tersebut akan dipotong-potong sesuai keinginan lalu akan dimasak bersama bumbu berupa santan, kunyit, cabai merah, dan bumbu lain. Selain itu, akan ada tambahan daun mangkokan dan asam kandis agar aromanya tidak amis. Walaupun olahan yang lezat ini kolesterolnya tinggi, namun kandungan proteinnya juga bisa menutupi kekurangannya tersebut.
39.  Kalio
Jika mengenal rendang, maka kamu harus tahu mengenai kalio, karena kalio adalah rendang setengah jadi. Nama setengah jadi disematkan pada makanan kuliner Sumatera Barat ini karena memang kalio sebenarnya adalah rendang namun dimasak dalam waktu yang lebih singkat. Sehingga akan menghasilkan olahan bewarna cokelat yang berpadu dengan kuahnya yang lebih banyak dari rendang. Perbedaan lain selain dari warna adalah tekstur, karena kalio akan punya tekstur basah dan empuk, sedangkan rendang lebih alot dan kering. Dari segi aroma, kalio memang tidak semerbak bau rempahnya, berbeda dengan rendang yang begitu beraroma rempah.
Alasan awal pemasakan kalio adalah karena beberapa Rumah Padang kesulitan atau kelamaan saat membuat rendang, sehingga untuk mengejar waktu, muncullah kalio ini. Hampir semua bahan yang digunakan sama dengan rendang, sebut saja bahan utamanya seperti daging sapi dan ayam, limpa, dan hati sapi. Bahkan hati dan limpa lebih terasa nikmat bila disajikan menjadi limpa, karena mereka tidak akan mengeras seperti rendang. Sehingga dibanding saudaranya, kalio punya kelebihan pada teksturnya yang empuk, sehingga lebih mudah dimakan.

40.  Pinyaram

Pinyaram merupakan makanan khas Sumatera Barat yang bentuknya mirip dengan kue cucur ala Betawi. Bahan untuk pembuatan pinyaram adalah dengan tepung beras, sehingga akan menghasilkan makanan yang empuk. Pinyaram sendiri punya bentuk seperti ufo, dengan rasa liat di pinggirnya, sedangkan saat menggigit semakin ke tengah akan semakin empuk. Warnanya yang condong ke warna cokelat gelap, membuatnya berbeda dengan cucur dari aspek tampilan, karena cucur punya warna putih. Walaupun berjenis makanan kuno, namun masyarakat Malaysia hingga Brunei telah mengenalnya, bahkan masyarakat lokal menggunakannya sebagai santapan saat bulan Ramadhan, Isra’ Mi’raj, hingga acara pernikahan.
Kebanyakan warga asli akan membuat makanan ini dari tepung beras, vanile, santan, garam, dan air gula yang ditambah bahan lain berupa minyak goreng. Petama-tama saat membuatnya adalah dengan memanaskan air gula sampai menjadi karamel. Lalu setelah karamel dingin, nantinya akan dicampur dengan tepung beras sampai benar-benar menyatu sambil diaduk-aduk. Agar lebih kental dan memberi rasa lebih enak, tambahkanlah santan secukupnya, bersama dengan garam dan vanile. Baru nantinya adonan itu dimasak dengan cara mengambilnya satu sendok ke wajan satu persatu. Setelah matang pinyaram sudah siap untuk disajikan, rasanya akan sangat manis berpadu dengan rasa empuk yang khas.

41.  Asam Pandeh Daging

Jika dilihat dari namanya makanan satu ini sudah pasti menggunakan daging sebagai bahan utamanya tentunya menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya. Meskipun saat ini sudah banyak rumah yang membuah Asem Pandeh dengan daging ikan dan ayam sehingga bukan hanya menggunakan daging sapi.
Sama halnya dengan namanya dimana asam manis pasti rasanya sangat pedas dan asam karena bumbunya menggunakan cabai sebagai bumbu utamanya. Untuk warnanya juga sama halnya dengan rendang yaitu coklat dan sedikit kuah yang menyertainya. Nah untuk mempercantik tampilannya maka diberikan sedikit irisan tomat.

42.  Bareh Rendang

Sajian khas Sumatera Barat satu ini merupakan jenis kudapan manis yang banyak ditemukan di Kawasan Derek yaitu sebuah kawasan meliputi kota Payakumbuh, Tanah Datar, Agan serta Lima Puluh Kota. Meskioun namanya hampir sama dengan rendang namun makanan ini bukanlah jenis rendang namun ternyata bareh rendanh memiliki olahan tersendiri.
Penamaan rendang memang kerap membuat kita salah sangka ternyata memiliki arti “menyangrai” sesuai dengan proses masaknya. Sedangkan bareh memiliki arti beras atau tepung beras yang merupakan bahan utama pembuatannya. Jika kita mengartikannya secara bahasa maka Bareh Rendang ini merupakan jenis makanan yang terbuat dari tepung beras yang sudah dimasak dengan cara disangrai kemudian dicampur dengan campuran gula.

43.  Gulai Tauco

Makanan yang kurang familiar ini juga berasal dari Padang loh ternyata. Kuahnya yang berwarna hijau kecoklatan diperkuat dengan aroma yang menggoda ini lazim dimakan bersama nasi putih hangat. Gulai tauco berbahan dasar udang, tahu, buncis, serta bahan pendukung lainnya yang dimasak bersama tauco dengan diberi kuah santan.

44.  Gulai Banak

Makanan khas daerah Padang ini merupakan sajian makanan berkuah santan pedas berisi otak sapi yang dipotong kecil-kecil. Gulai banak ini mengandung kolesterol tinggi layaknya sajian kuliner khas padang berbentuk gulai lainnya. Sehingga tidak disarankan bagi kamu yang kadar kolesterol dalam darahnya sudah tinggi.

45.  Kalio Dagiang

Kalio dagiang merupakan gulai sapi yang rasanya tidak kalah lezat dari rendang. Menu ini menjadi menu andalan di rumah makan padang selain rendang. Daging yang dimasak dalam kalio dagiang dicampur dengan bumbu rempah dan cabe dengan tempo waktu yang cukup lama agar empuk dan bumbunya meresap sampai ke dalam.

46.  Cancang

Bahan untuk membuat cancang adalah daging kambing cincang yang dimasak dengan santan dan cabe merah giling ditambah dengan bumbu lainnya. Rasanya jangan ditanya, pasti pedas karena dimasak dengan cabai sampai berwarna merah.

47.  Teh Talua

Minuman khas Padang yang satu ini terbuat dari daun teh yang dicampur dengan kuning telur ayam ataupun telur bebek. Ditambah lagi dengan perasan jeruk nipis dan gula. Kebayang nggak sih rasanya gimana? Daripada penasaran, jangan lupa memesan minuman ini ya ketika kamu sedang berkunjung ke Padang, siapa tahu akan jadi minuman terbaru favoritmu.

48.  Lamang Tapai

Makanan pembuka khas Padang ini berasal dari daerah pesisir selatan. Namun hampir di setiap daerah yang ada di Minangkabau menyajikan sajian kuliner bernama lamang tapai ini. Bahan dasarnya adalah beras ketan yang diolah sehingga menghasilkan rasa manis. Hati-hati makan kuliner ini, karena dijamin kamu akan ketagihan.

49.  Kalio Jariang

Makanan khas kota Padang bernama kalio jariang ini adalah masakan khas Padang yang terbuat dari jengkol rebus kemudian digeprek dan dimasak dengan campuran bumbu rempah khas Padang, Sumatera Barat. Kalio jariang lebih enak jika dihidangkan bersama dengan kuah santan pedas dan nasi putih hangat ataupun ketupat. Rasanya sangat nikmat berbanding terbalik dengan bau yang dihasilkan dari jengkol yang menjadi bahan baku masakan kalio jariang ini.

50.  Gulai Tunjang

Makanan khas Minang yang satu ini berbahan dasar kikil sapi yang disajikan dalam dua bentuk maskan, yaitu dimasak dengan kuah santan kuning atau dimasak dengan kuah santan merah pedas dengan bumbu rempah khas Padang. Teksturnya kenyal, lembut dan empuk.

51.  Dadiah

Dadiah mempunyai cita rasa gurih dan manis yang menjadi satu di lidah ketika disantap. Makanan ini merupakan fermentasi dari susu kerbau yang ditaruh dalam wadah bambu. Dadiah disajikan dengan cara dicampur dengan empir yaitu beras ketan yang disiram santan dan gula merah. Resep makanan khas Padang ini dapat dengan mudah kamu temukan melalui mesin pencarian google. Penasaran untuk mencoba kaaan?

52.  Sala Lauak

Makanan ini dapat kamu temukan di daerah Pariaman dan biasa dijadikan menu andalan untuk sarapan bersama dengan ketupat gulai. Sala lauak atau juga dikenal dengan sala bulek merupakan makanan berjenis gorengan yang dibuat dari ikan asin dicampur dengan tepung beras dan diberi bumbu bawang putih. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam.

53.  Katan Durian

Makanan terfavorit masyarakat Padang adalah katan durian. Sajian kuliner ini merupakan paduan dari ketan dan buah durian. Ketan disajikan dengan ditaburi parutan kelapa ditambah garam halus dan ditambah lagi dengan buah durian matang.

54.  Galamai

Makanan khas Padang berupa jajanan ini mirip dengan dodol. Galamai yang paling terkenal berasal dari daerah Payakumbuh. Tekstur dan cita rasanya benar-benar mirip dengan dodol. Jajanan galamai dapat kamu temui juga di daerah lain seperti Solok dan Pasaman dengan nama yang berbeda yaitu kalamai atau gelamai.
55.  Palai Rinuak
Palai rinuak jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya adalah pepes ikan. Ikan yang dipakai adalah jenis ikan yang besarnya hanya sebesar korek api dan hanya hidup di daerah Minangkabau. Sajian kuliner ini disajikan terbungkus dengan daun pisang dan dibumbui dnegan parutan kelapa ditambah bumbu rempah.

56.  Asam Padeh

Beberapa jenis makanan khas padang dan resepnya dapat dengan mudah kamu temukan lewat mesin pencarian, salah satunya asam padeh. Masakan khas minang ini mempunyai rasa asam dan pedas sesuai dengan namanya yang juga bermakna asam pedas. Bahan utamanya adalah sejenis ikan seperti ikan kakap, ikan tuna, maupun ikan tongkol.

57.  Sambal Lado Tanak

Makanan khas yang satu ini diolah dengan cara digiling yang berbahan dasar cabai, kemudian dicampur dengan santan yang dimasak dengan ikan teri, petai, dan kentang. Keunikan dari masakan ini adalah rasa pedasnya yang sangat nendang. Cocok bagi kamu yang mengaku pecinta kuliner pedas.

58.  Nasi Kapau

Makanan khas Padang Sidempuan ini terdiri dari nasi, sambal, dan lauk pauk khas Padang serta tambahan gulai nangka. Nasi kapau banyak dijumpai di rumah makan dan restoran yang tersebar di sekitar kota Padang. Makanan ini menjadi favorit para wisatawan dan harus kamu coba ketika berkunjung ke Padang, Sumatera Barat.

59.  Ayam Pop

Ayam pop merupakan olahan ayam yang direbus menggunakan air kelapa. Hampir di seluruh rumah makan Padang yang tersebar di Indonesia akan selalu menghidangkan ayam pop ini. Tampilannya yang sederhana menyimpan cita rasa yang khas dan gurih tidak terkira. Ayam pop cocok dimakan dengan sambal merah dan nasi putih serta kalio jariang ditambah segelas es teh manis di siang hari.

60.  Paru Goreng

Makanan ringan khas Padang bernama paru goreng ini berbahan dasar paru sapi yang digoreng sampai kering. Kemudian dicampur dengan bumbu yang terdiri dari kunyit, bawang putih, dan ketumbar. Rasanya gurih dan renyah saat dimakan. Paru goreng cocok dijadikan cemilan maupun lauk saat makan siang.

61.  Pangek Ikan

Pangek ikan adalah makanan khas Padang yang berasal dari Solok yang berbahan dasar utama ikan gabus putih dan disajikan dengan siraman bumbu merah pedas yang dibumbui dengan rempah-rempah khas Padang.

62.  Lontong Padang

Lontong padang atau lontong sayur padang biasa disajikan ketika sarapan dengan cita rasa kuah gulai yang disiramkan pada potongan ketupat dan ditambah dengan kerupuk merah. Sungguh membuat lidah bergoyang.

63.  Terong Lado Hijau

Sajian kuliner terong lado hijau biasanya disajikan bersama dengan ikan asin jambal roti dan petai. Terong yang dipakai dalam masakan ini adalah terong hijau.

64.  Kacimuih

Kacimuih adalah cemilan khas Padang yang mampu mengganjal perut. Terbuat dari singkong yang dimasak dengan diparut terlebih dahulu kemudian dikukus. Dalam penyajiannya, singkong diberi taburan parutan kelapa dan ditambah taburan gula pasir atau gula merah. Rasanya gurih dan nikmat. Cocok dinikmati saat bersantai sambil minum secangkir kopi.

65.  Lompong Sagu

Makanan yang satu ini terbuat dari sagu beraroma khas yang membuat penasaran. Bahan dasar berupa sagu dicampur kelapa dan pisang kemudian dibungkus memakai daun pisang untuk dibakar di atas tungku. Teksturnya sangat khas membuat kamu ketagihan tidak mau berhenti memakannya. Paduan rasa gurih dan manis membuat lompong sagu menjadi sangat nikmat untuk disantap.

66.  Katupek Pical

Terbuat dari ketupat yang dipadukan dengan sayur dan bihun kemudian disiram dengan kuah gulai serta bumbu kacang membuat sajian kuliner ini memiliki cita rasa gurih dan pedas yang istimewa.
67.  Gulai Anyang
Seperti kebanyakan makanan khas dari Padang yang berkuah santan kental dan diberi bumbu rempah, begitu pula dengan gulai anyang ini. Bahan dasar gulai anyang adalah jeroan sapi yang telah direbus sedemikian rupa hingga lunak.

68.  Kue Basung

Makanan khas Padang untuk oleh-oleh ini merupakan kue tradisional. Terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, garam, air, dan ditambah dengan perasan kelapa atau santan. Bahannya mudah ditemui dan cara membuatnya cukup mudah. Kamu bisa belajar membuat kue basung ini ketika berkunjung ke Padang.

69.  Karak Kaliang

Oleh oleh yang satu ini juga recommended untuk dibawa pulang ketika kamu berkunjung ke daerah Bukittinggi. Karak kaliang terbuat dari tepung ubi yang berasal dari olahan singkong. Keunikan makanan ini adalah adonannya dicetak menyerupai angka delapan.

70.  Kacang Tojin

Cemilan yang ada setiap Idul Fitri ini rasanya gurih dan renyah karena kacang yang digoreng telah dicampur dengan bawang goreng dan irisan daun seledri yang juga telah digoreng terlebih dulu.

71.  Arai Pinang

Kue khas Bukittinggi ini rasanya gurih dan renyah serta sedikit beraroma minyak kelapa. Terbuat dari tepung beras, garam, dan kapur sirih. Wajib untuk dicoba.

72.  Kue Sapik

Kue yang mirip dengan semprong ini berbentuk sedikit unik karena kue sapik dilipat sedangkan semprong digulung. Bahan dasarnya adalah tepung beras, gula pasir, santan, telur, dan bubuk kayu manis. Rasanya enak sekali dan cocok dijadikan oleh-oleh.

73.  Karupuak Jangek

Karupuak jangek jika diartikan ke bahasa Indonesia mempunyai makan kerupuk kulit. Kerupuk khas Padang ini dapat kamu temukan terjuadl di Pasar Atas Bukittinggi.

74.  Kue Bika

Oleh oleh makanan khas Padang yang satu ini terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan kelapa dan gula pasir atau gula merah untuk kemudian dipanggang. Harganya sangat murah, yaitu seribu rupiah per bulatan kue bika.

75.  Langkitang dan Pensi

Sajian kuliner berprotein tinggi ini berasal dari siput air tawar dan kerang air tawar yang diolah dengan bumbu gulai. Seporsi langkitang dan pensi hanya dihargai dengan lima ribu rupiah saja. Wajib banget dicoba nih!

76.  Rakik Maco

Rakik maco terbuat dari campuran tepung beras, ikan maco, cabe, kunyit, dan telur yang digoreng layaknya peyek. Harganya yang murah cocok untuk diborong menjadi buah tangan untuk dibagikan ke sanak saudara.

77.  Es Tebak

Tebak terbuat dari adonan tepung beras ketan dan tepung sagu yang kemudian dimasak dengan sekapur sirih yang dicampur dengan air garam kemudian dibentuk seperti cendol. Adonan seperti cendol tersebut kemudian ditambahkan santan dan susu kental manis serta sirup merah. Sangat pas diminum di siang hari yang panas terik.

78.  Roti Randang

roti randang adalah roti dengan bumbu rendang di dalamnya. Harganya murah hanya 5 ribu rupiah satu buah. Sedangkan yang berukuran besar dan masih berupa gulungan diberi harga 60 ribu rupiah.

79.  Tumbang Pisang

Jajanan khas Padang ini berbahan dasar pisang gepok muda yang direbus lalu dikupas kulitnya dan dihaluskan dengan cara ditumbuk. Setelah itu diberi taburan parutan kelapa dan gula aren.
Bagaimana pembaca? Sudah mengenal makanan khas Sumatera Barat kan? Beberapa ulasan di atas tentunya akan membantu kamu saat menjelajah sajian kuliner khas Sumatera Barat. Jadi, nantinya kamu tidak akan bertanya-tanya lagi sebelum menikmati sajian kuliner istimewa tersebut. Agar kunjunganmu ke Sumatera Barat lebih lengkap dan terencana, semoga bermanfaat!

Komentar